Menjadi
diri yang sehat jasmani dan rohani merupakan kebutuhan yang utama bagi semua
manusia. Dengan sehatnya jasmani dan rohani, manusia dapat hidup dengan
sejahtera dan mampu untuk menjalani masalah-masalah dalam kehidupannya. Menjaga
kesehatan rohani atau biasa disebut jiwa, merupakan bagian terpenting dalam diri
setiap manusia. Didalam setiap jiwa manusia, terdapat sebuah mental. Dengan
sehatnya mental seseorang, maka aspek kehidupan dalam dirinya akan bekerja
secara optimal. Kondisi mental mengikuti kondisi kesehatan fisik, apabila
kondisi mental sehat maka kondisi kesehatan fisik pun baik.

Pada konsep Person
in Environment dijelaskan bahwa keberadaan individu pada sebuah lingkungan
akan saling mempengaruhi. Hadirnya individu akan menghasilkan kondisi yang
dinamis bagi lingkungannya, begitu juga lingkungan akan mempengaruhi pada
individu dan akan berdampak pada perubahan diri pada individu tertentu. Dalam
hal ini dijelaskan bahwa bagaimana seseorang yang menderita gangguan kesehatan
mental merupakan hasil dari gagalnya individu dalam hal beradaptasi dengan
lingkungannya.

World Health Organization (WHO) menyatakan depresi merupakan penyebab utama
terjadinya penyakit dan kecacatan pada remaja usia 10-19 tahun, sedangkan bunuh
diri menjadi penyebab nomor tiga kematian remaja (WHO, 2014). WHO juga
memperkirakan depresi akan menjadi masalah kesehatan nomor dua dari berbagai
macam penyakit pada tahun 2020 (World Federation Mental Health, 2012).

Menurut data WHO 2016, dari seluruh populasi
manusia di dunia, terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang
mengidap bipolar, 21 juta mengidap gangguan skizofrenia, serta 47,5 juta mengidap
gangguan dimensia.

Depresi
merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri. Sebanyak 40% penderita
depresi di dunia mempunyai pemikiran untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh
diri, dan hanya 15% saja yang terjadi. WHO memprediksi bahwa pada sekitar tahun
2020, depresi akan menjadi salah satu gangguan mental yang banyak terjadi dan
depresi berat akan menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan
jantung

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan
prevalensi ganggunan mental yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi untuk
usia remaja mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk
Indonesia. Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa depresi menjadi gangguan
kesehatan yang sangat serius karena telah mengakibatkan terjadinya kematian
pada individu dengan cara bunuh diri.