Perkembangan
di dunia sudah semakin pesat. Perkembangan dunia ini tidak lepas dengan adanya
pengaruh globalisasi. Namun, tidak dapat dipungkiri baha masalah-masalah pun
bermunculan dengan adanya perkembangan tersebut. PBB (Perserikatan
Bangsa-Bangsa) membentuk tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam usaha
mengurangi permasalahan dunia. Awalnya PBB membentuk MDGS (Milennium Development Goals) pada tahun 2000an yang memiliki 8
tujuan pencapaian. Pada 2015, MDGS diganti menjadi SDGS (Sustainable Development Goals) yang memiliki 17 tujuan pencapaian
dengan harapan dapat mengujudkkan dunia yang lebih baik.

SDGS
sebagai agenda pembangunan berkelanjutan yang dideklarasikan pada 15 September
2015. Diantaranya adalah mengujudkan dunia tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan,
mengatasi perubahan iklim, dan lainnya. SDGS bersifat universal dan kompehensif
dibanding dengan MDGS karena lebih banyak pencapaian. Prinsipnya adalah “no one left behind” dan diharapkan semua
orang dapat merasakan manfaatnya. Fokusnya adalah pada masalah sosial, ekonomi,
dan lingkungan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada
makalah ini akan fokus membahas mengenai topik 1 SDGS yaitu “No Poverty” yaitu untuk mengakhiri
segala bentuk kemiskinan di dunia. Kemiskinan di sini artinya adalah suatu
keadaan dimana seseorang tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri yang
sesuai dengan taraf kehidupan yang selayaknya. Namun, sebenarnya kemiskinan ini
bukan hanya dari segi ekonomi melainkan juga dapat dari segi non ekonomi,
seperti konsumsi, pendidikan, akses infrastruktur.

Kemiskinan
sering kali memicu terjadinya kriminalitas karena adanya dorongan dari diri
untuk mendapatkan yang diinginkan tetapi dengan cara instan. Sehingga marak
terjadinya pencurian, perampokkan, korupsi, bahkan pembunuhan.

Islam
memandang bahwa masalah kemiskinan adalah masalah tidak terpenuhinya
kebutuhan-kebutuhan primer secara menyeluruh. Syariat Islam telah menentukan
kebutuhan primer itu (yang menyangkut eksistensi manusia) berupa tiga hal,
yaitu sandang, pangan, dan papan. Allah Swt. berfirman:

 

….??????????????
??????????????? ??????????? ???? ???????????? ???????….

 “Kewajiban ayah adalah memberikan makan dan
pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf” (QS al-Baqarah 2:233).

….??????????
???? ?????????? ?????? ???? ??????????????

“Tempatkanlah
mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal, sesuai dengan kemmpuanmu”
(QS ath-Thalaaq 65:6).

Maka
siapapun yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan primernya (sandang, pangan,
dan papan) menurut Islam tergolong orang miskin. Yusuf Qardhawi, seorang ulama kontemporer, menulis:

 

   Menurut pandangan Islam, tidak
dapat dibenarkan

   seseorang yang hidup di tengah
masyarakat Islam,

   sekalipun Ahl Al-Dzimmah (warga
negara non-Muslim),

   menderita lapar, tidak berpakaian,
menggelandang (tidak

   bertempat tinggal) dan membujang.

 

Secara
garis besar dapat dikatakan ada tiga sebab utama kemiskinan. Pertama,
kemiskinan alamiah, yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh kondisi alami
seseorang; misalnya cacat mental atau fisik, usia lanjut sehingga tidak mampu
bekerja, dan lain-lain. Kedua, kemiskinan kultural, yaitu kemiskinan yang
disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM akibat kultur masyarakat tertentu;
misalnya rasa malas, tidak produktif, bergantung pada harta warisan, dan
lain-lain. Ketiga, kemiskinan stuktural, yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh
kesalahan sistem yang digunakan negara dalam mengatur urusan rakyat.

Dari
tiga sebab utama tersebut, yang paling besar pengaruhnya adalah kemiskinan stuktural.
Sebab, dampak kemiskinan yang ditimbulkan bisa sangat luas dalam masyarakat.
Kemiskinan jenis inilah yang menggejala di berbagai negara dewasa ini. Tidak
hanya di negara-negara sedang berkembang, tetapi juga di negara-negara maju.

Apa
yang harus kita upayakan untuk mengatasi masalah kemiskinan? Sebagai masyarakat
yang beragama, kita diajarkan prinsip untuk saling menolong. Mereka yang
mengalami kemiskinan butuh pertolongan kita. Sebagai seorang muslim yang
berpegang dengan Al Quran dan Sunah serta berpola pada nabi Muhammad saw, maka
kita diajarkan mengenai persamaan hidup. Al Quran sebagai rujukan yang tidak
diragukan kebenarannya.

Pada
Surat Al-Hujurat ayat 10 dijelaskan :

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu
damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah
terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

            Dengan kata
lain sesama muslim adalah bersaudara bagaikan satu tubuh. Sehingga yang
tercipta harusnya saling kasih sayang, saling memakmurkan, saling memenuhi
harapan kemanusiaan. Itulah tatanan Islam dan hal demikian membutuhkan  proses. Hal yang paling utama dalam
pembanguna masyarakat adalah dengan pendidikan, utamanya pendidikan akhlak.
Tidak lupa dengan menerapkan prinsip saling berbagi, seperti yang dikatakan
nabi Muhammad saw :

????? ?????? ?????? ?????????

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”

            Jadi,
kita berkewajiban menyampaikan ilmu pada sesama muslim, seberapa pun yang kita
dapatkan sehingga mereka mampu berusaha dengan ilmu yang ada. Kalaupun jalan
keluarnya dengan  pemberian dana, akan
lebih efektif jika diutamakan pendidikan. Dengan demikian, mereka memiliki
pandangan dan penilaian terhadap apa yang diberikan tersebut.

            Didalam
Al Quran pun dijelaskan mengenai perintah zakat. Zakat merukan salah satu rukun
Islam yang wajib dilaksanakan. Nabi Muhammad saw bersabda :

“Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat
bahwa tidak ada Rabb yang haq selain Allâh dan bahwa Muhammad adalah utusan
Allâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan haji ke
Baitullah bagi siapa yang mampu Muttafaqun ‘alaihi”

Pemberian zakat ini harus tepat sasaran kepada
orang yang membutuhkan. Di dalam Surat At-Tauah ayat 60 dijelskan mengenai
golongan-golongan yang berhak mendapatkan zakat.

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk memerdekakan
hamba sahaya, untuk membebaskan orang yang berhutang, untuk yang berada di
jalan Allah dan untuk orang yang sedang di dalam perjalanan sebagai kewajiban
dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

            Dapat dikatakan baha sasaran dari
zakat ini adalah golongan yang non produktif . dengan diberikannya zakat,
mereka menjadi golongan manusia yang telah mencukupkan diri untuk hidup menurut
hak Allah.

 Selain itu, muslim juga diajibkan untuk
berqurban. Di dalam surat al-Kautsar (108) ayat 2 Allah berfirman:

????????? ????????? ???????

Artinya: “Maka shalatlah engkau karena Tuhanmu dan
berkurbanlah.” QS. al-Kautsar (108): 2

          Kemiskinan
menjadi masalah bersama di seluruh dunia. Jika pertumbuhan ekonomi tidak
stabil, malah menghasilkan ketimpangan, maka kemiskinan akan terus berlanjut.
Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kemiskinan, salah satunya dengan
perdagangan bebas. Pada kenyataannya ada sejumlah hambatan dalam pelaksanaanya.
Kemiskinan  memang sulit untuk
dihapuskan, tetapi bukan hal yang mustahil untuk dilakukan.

          Rezeki sudah dipastikan oleh Allah tergantung
bagaimana kita berlaku perbuatan. Allah telah menciptakan semesta angkasa untuk
manusia dengan berbagai sumber daya yang ada. Tinggal bagaimana manusia
berusaha sehingga dapat memperoleh manfaatnya. Jangan sampai fakir ditambah
lagi kafir. Al Quran mengajarkan persamaan sehingga salah satu jalan keluar
untuk mengatasi kemiskinan adalah dengan adanya persamaan kesempatan bagi
seluruh  manusia. Baik dari segi sandang,
pangan, papan, kesehatan, serta pengetahuan.

          Maka masalah kemiskinan ini dapat
dikurangi dengan adanya kesadaran dalam diri masing-masing untuk berusaha. Didalam
Al Quran dikatakan bahwa kita sebagai umat manusia harus bekerja keras dan berdoa,
seperti yang dikatakan hadist “man jadda wajada”. Hidup ini adalah perjuangan
sehingga kita tidak bisa santai-santai saja. Berbagai tantangan pasti selalu
ada. Bentuk rasa sayang Allah kepada umatnya adalah dengan diberikan tantangan-tantangan.
Kemudian akan dilihat apakah seorang hamba mampu melaluinya dan tidak lepas
dengan Al quran. Itu semua tergantung kemauan kita. Kalau maunya kuat, maka
mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada untuk menapai yang dituju.

          Selain dari diri sendiri juga harus
ada peran masyarakat. Peran kita adalah dengan melaksanakan kewajiban yang
diperintah oleh Allah yaitu melakukan zakat dan qurban. Ditambah lagi dengan
peran penting pemerintah. Pemerintah memiliki tugas untuk
mencukupi setiap kebutuhan  warga negara
melalui  sumber-sumber dana yang sah.
Yang terpenting diantaranya adalah pajak, baik dalam bentuk pajak perorangan, tanah,  atau 
perdagangan,  maupun pajak
tambahan lainnya.

          Dengan demikian, semua lapisan
masyarakat ikut berpartisipasi sehingga harapannya adalah semua dapat merasakan
manfaatnya.

  

x

Hi!
I'm Joan!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out